Rabu, 25 Januari 2017

Amlodipine

AMLODIPINE (AMLODIPIN)

Assalamualaikum Wrb.
Hay teman-teman semua..
Disini saya Lady Rezty Ananza ingin berbagi informasi tentang obat Amlodipin yang digunakan untuk obat tekanan darah tinggi (hipertensi). Obat ini adalah obat hipertensi yang paling sering diresepkan di Indonesia setelah captopril. Yuk mari kita baca dan pahami mengenai obat Amlodipin ini.




Komposisi           : 
o   Tiap tablet mengandung amlodipin 5 mg.
o   Tiap tablet mengandung amlodipin 10 mg.

Farmakologi                 :
         Amlodipin adalah obat antihipertensi dan antiangina yang tergolong dalam obat antagonis kalsium golongan dihidropiridin ( antagonis ion kalsium ). Amlodipin bekerja dengan menghambat ion kalsium melalui membran ke dalam otot  polos vaskular dan otot jantung. Amlodipin menghambat secara selektif, dimana sebagian besar memiliki efek pada sel otot polos vaskular dibandingkan sel otot jantung.
            Amlodipin menyebabkan dilatasi arteri dan arteriol koroner baik pada keadaan oksigenisasi normal maupun keadaan iskemia. Pada pasien angina, dosis amlodipin 1 x sehari dapat meningkatkan waktu latihan, waktu timbulnya angina, waktu timbulnya depresi segmen ST dan menurunkan frekuwnsi serangan angina serta penggunaan tablet nitrogliserin. Amlodipin tidak menimbulkan perubahan kadar lemak plasma dan dapat digunakan pada pasien asma, diabeter, dan asam urat.
Efek antihipertensi amlodipin adalah bekerja langsung sebagai vasodilator arteri perifer yang dapat menyebabkan penurunan resistensi vaskular serta penurunan tekanan darah. Dosis 1 x sehari akan menghasilkan penurunan tekanan darah selama 24 jam. Kerja amlodipin adalah perlahan sehingga tidak menyebabkan terjadinya hipotensi akut.
          Efek antiangina amplodipin adalah melalui dilatasi arteriol perifer sehingga dapat menurunkan resistensi perifer total. Karena amlodipin tidak mempengaruhi frekuensi denyut jantung, pengurangan beban jantung akan menyebabkan penurunan kebutuhan oksigen miokardial serta kebutuhan energi.

Indikasi                         :
  •   Hipertensi atau tekanan darah tinggi
  •   Angina stabil kronik. Angina vasospastik
  •  Amlodipin dapat diberikan sebagai terapi tunggal maupun dikombinasikan dengan obat antihipertensi dan antiangina lain.
Kontra Indikasi            :
          Amlodipin tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amlodipin dan golongan dihidropiridin lainnya.

Dosis dan Aturan Pakai         :
Ø  Dosis awal yang dianjurkan adalah 5 mg 1 x sehari, dengan dosis maksimum 10 mg 1 x sehari.
Ø  Pada pasien lanjut dengan kelainan fungsi hati dosis yang dianjurkan pada awal terapi 2,5 mg 1 x sehari.
Ø  Bila amlodipin diberikan kombinasi dengan antihipertensi lain dosis awalnya adalah 5 mg.
Ø  Dosis yang dianjurkan untuk angina stabil kronik adalah 5 – 10 mg dengan penyesuain dosis pada usia pasien.
 
Efek Samping               :
            Edma, sakit kepala, mual, berkeringat, rasa lelah, jantung berdegup kencang, pergelangan kaki membengkak, serta penurunan dan peningkatan berat badan.

Peringatan dan Perhatian                :
v  Pada penderita gangguan fungsi hati waktu paruh amlodipin menjadi lebih panjang, sehingga perlu pengawasan.
v  Apabila keluhan nyeri dada setelah penggunaan segera hubungi dokter.
v  Amlodipin tidak mempunyai efek dari obat digoxin, warfarin, phenitoin, dan indomethacin.

Kemasan             :
o   Amlodipin 5 mg, tablet, kotak, 3 strip x 10 tablet
o   Amlodipin 10 mg, tablet, kotak 3 strip x 10 tablet

Obat Generik          :  Amlodipine
Obat Dagang        :  Amcor, Amlocor, Amdixal, Actapin, Cardicap, Cardisan,  Calsivas, Cardivask, Comdipin, Divask, Ethivask, Fulopin, Gensia, Gracivask, Gravask, Intervask, Lopiten, Lovask, Lodipas, Norvask, Normoten, Pehavask, Provask, Sandovask, Simvask-5, Stamotens, Tensivask, Theravask, Vasgard, Zevask.


Cukup segini yang dapat saya sampaikan, semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua :)
Thank you..

Wassalamualaikum Wrb.




Referensi                      :

Iso Indonesia Volume 48                         
ISO Farmakoterapi 2008. Jakarta
Katzung. 2010. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 10. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran